Secara umum manusia itu rugi kecuali:
1. Keyakinannya terhadap adanya suatu sebab yang tidak memiliki sebab lain yang mendahuluinya dan keyakinannya terhadap akibat yang tidak memiliki akibat lain yang mengakhirinya dan keyakinannya atas dua dimensi, yaitu lahir dan batin atas fenomena realita yang manusia saksikan hari ini di kehidupannya yang nyata. Ia akan selalu menemukan solusi atas permasalahan yang tengah dihadapinya karena tahu sebab maupun akibatnya yang terdalam.
2. Bekerja dengan tegas secara konsisten dan tidak terbawa nafsu, namun pekerjaan itu harus bekerja yang disertai perbaikan diri yang terus-menerus dilakukan agar dirinya sendiri menjadi lebih baik lagi ke depannya dalam memberikan manfaat kepada orang lain sehingga kualitas dirinya sendiri meningkat. Tidak terlalu disibukkan dengan banyak menilai orang lain atau banyak menyalahkan orang lain. Jadilah ia sebagai teladan yang baik dan menjadi contoh
3. Saling berdialog dengan santun dua arah dalam mencari suatu kebenaran atau fakta realita di kehidupan yang sedang dijalaninya. terjadinya saling nasihat-menasihati, tidak dilakukan hanya satu arah.
4. Sabar dalam menghadapi orang yang masih tidak mau menerima fakta dan realita suatu kebenaran di kehidupan nyata yang sedang dijalaninya, bisa jadi mungkin karena mempunyai kepentingan duniawi seperti harta, tahta, atau jabatan, wanita. Atau karena akal sehatnya tidak berjalan karena tertutupi oleh rasa takut karena ada yang menakut-nakutinya.
Cukuplah rasa takut bagi orang yang beruntung adalah kepada suatu zat yang merupakan sebab terakhir yang tidak memiliki sebab lain yang mendahuluinya juga merupakan akibat terakhir yang tidak akibat lain lagi yang mengakhirinya