Posted by tafsir alternatif
» Saturday, 27 October 2018

Ada yang lebih penting dari sekedar membela lafadz yang berupa teks yang terkadang memancing hawa nafsu dan melakukan penyimpangan baru, yaitu memaknai asyhadu (aku menyaksikan) secara langsung realitas apa yang yang ada dalam teks kala itu, atau realitas di luar teks sebagai bagian dari menjalankan apa yang dikehendaki realitas yang tertuang dalam teks, agar menjadi syahiidan. karena memang realitaslah yang mendahului teks. Realitas yang difahami terlebih dahulu daripada teks lebih menyatukan, mendamaikan, menyelamatkan. Mendahulukan teks itu sendiri kenyataannya memunculkan keragaman penafsiran yang terkadang memecah belah, saling berselisih, bahkan mungkin sampai dibela mati-mati an, tersesat di jalan dan berhenti disitu tidak pernah sampai kepada yang sedang dituju, tak memahami realitas yang penting membela teks. Kenyataan yang harus disadari memang realitaslah yang muncul terdahulu lalu kemudian muncul teks sebagai respon dari realitas. Saksikanlah, satukanlah, selamatkanlah dunia hai ulama (orang-orang berilmu). wallohu 'alam
ADS HERE !!!