Posted by tafsir alternatif
» Saturday, 14 April 2018

Setelah terjadi peristiwa nyata yang sangat luar biasa, yaitu Isro mi'roj yang dialami oleh Nabi saw., segeralah peristiwa itu dikabarkan kepada ummatnya. Diberitahukannya bahwa Nabi saw malam tadi telah diberangkatkan dari Mesjidil Haram ke Masjdil Aqso, lalu naik menembus langit ke 7 sampai di Sidrotul Muntaha dan kembali lagi ke Mesjidil Haram. Kabar itu lalu menggoyahkan keyakinan ummat. Yang menjadi alasan goyahnya keyakinan adalah mereka beranggapan bahwa bagaimana mungkin perjalanan itu bisa ditempuh dalam waktu hanya 1 malam saja? karena biasanya untuk bisa sampai ke sana memerlukan waktu kurang lebih dua bulan dengan naik unta. Sebagian ummat menjadi ragu kepada Nabi saw. Lalu mereka menjadi murtad. Berbeda dengan Abu Bakar, ia langsung membenarkannya dan mendapat gelar ash-Shiddiq. Sebetulnya
jika ummat yang murtad itu bisa memikirkan lebih dalam lagi tentang
peristiwa itu, peristiwa tersebut bukan sesuatu yang mustahil terjadi. Tapi mereka jujur akan ketidak yakinannya daripada berpura-pura yakin atau hanya sekear yakin saja. Jika
yang jadi alasan ketidak yakinannya adalah waktu yang singkat hanya
satu malam, seharusnya mereka bisa berpikir itu bukanlah hal yang
mustahil jika yang membawa Nabi saw adalah sesuatu yang besar, karena besar pastilah cepat, karena cepat pastilah waktunya akan sebentar. Sebagai
perumpamaan semut yang berjalan, ia akan bertambah cepat jika semut itu
menaiki sesuatu yang lebih besar darinya misalkan menempel di baju
manusia yang naik kereta api tentulah akan menjadi cepat. Jadi waktu yang hanya satu malam bukanlah hal yang mustahil. Hal
ini sejalan dengan apa yang ada dalam ayat di kitab suci Alquran bahwa
yang ingin diperlihatkan dari perjalanan isro adalah min aayaatina
(tanda-tanda) kami yaitu berupa KEBESARANNYA. Apakah kamu tidak memikirkannya? semoga semakin bertambah iman kita.
wallahu alam
ADS HERE !!!