Posted by tafsir alternatif

Keyakinan itu dibentuk
dari realitas. Dimulai dari perintah iqro (bacalah) kepada seseorang
yang tidak bisa baca tulis (ummi) yang melandaskan diri pada Rabb (Maha
Pengatur). Jadi kitab suci itu realitas (selalu bisa dirasakan bahkan
hari ini juga, ia begitu nyata) atau ia merespon realitas tersebut.
Setelah itu munculah keyakinan. Jadi keyakinan itu bukanlah hanya
sekedar hayalan seseorang yang duduk di meja tulis lalu berhayal atau
hanya sekedar ikut-ikutan yakin karena orang lain yakin atau sebaliknya,
tidak seperti itu akan tetapi ia berhubungan dengan pembacaan terhadap
realitas dan keterlibatan dengan Yang Maha Mengatur. Karena selalu
berhubungan dengan realitas dan Yang Maha Mengatur, maka ia akan terus
berlaku di setiap zaman sampai akhir zaman. Meskipun rasul pembawa
ajaran ini sudah tiada, kami yang menurunkan (ad zikro) dan kami pula
yang akan memeliharanya. Itulah yang kemudian tidak perlu lagi ada Nabi
yang menerima wahyu, karena sudah diserahkan kepada pewarisnya yaitu
(ulama) yang memiliki ilmu dan Ilmu tentunya berbeda dengan pengetahuan.
Rasakan bahwa Alqur'an itu selalu hadir sebagai hudan (petunjuk)
manakala kita bisa seperti ulama yang mampu melakukan pembacaan terhadap
realitas dan menyandarkan pembacaan pada Yang Maha Mengatur dan ia
memposisikan diri sebagai khalik (yang telah diciptakan). Al qur an itu
sendiri artinya adalah bacaan, yang dimulai dari perintah membaca (iqro)
kepada orang yang tidak bisa membaca. Jadi yang dibacanya adalah
realitas, bukan teks. Realitas alam ter update pada waktu itu.
wallahu'alam
ADS HERE !!!